TESTIMONIALS

ANTON WARDAYA, M. Sc

(Ph.D Candidate)

CEO Wardaya 

Misi Kami Peduli (MKP) merupakan suatu kegiatan yang sangat baik sekali untuk para mahasiswa NUS yang sedang kuliah di NUS. Bagaimana mereka bukan hanya belajar, melainkan belajar peduli terhadap sesama dan lingkungan. Bagaimana mereka bisa bermakna dan menjadi berkat dimanapun mereka berada. Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Maju terus PINUS!!!

OKTOVIANUS GANDHI

(Ph.D Candidate)

CEO of Alva Energi

MKP has allowed us to not only channel our knowledge and expertise in energy and technology to help the less privileged communities, but also to meet and work with others who are eager to do the same. We look forward to contributing even more towards MKP 2019.

ROMO KRISTOFORUS NGASI

Saya mengenal MKP dari seorang teman yakni Ibu Dempta Bato direktur IHS. Dalam pembicaraan awal saya lansung tertarik dengan apa yang menjadi program dari MKP. Apalagi mereka adalah anak-anak mahasiswa Indonesia yang kuliah di Singapura. Saya sangat senang dan merasa perlu mengambil bagian untuk kerja sama dengan adik-adik dari MKP.

 

Saya ingat bahwa pertama kali dihubungi oleh dua adik yang cantik Nadia dan Tracy. Mereka memperkenalkan tentang MKP dengan visi misi dan tujuannya. Saya menyambut baik dan bersedia membantu untuk merekomendasi beberpa tempat yang dirasa perlu untuk dijejaki. Beberapa waktu berlanjut, adik-adik dari MKP datang ke Sumba untuk melihat secara lansung kehidupan masyarakat Sumba dengan kekayaan budaya dan tradisi yang masih sangat kental. Mereka adalah Petra, Tracy, Nadia dan Wendy. Kami berdiskusi dan coba mengunjungi beberpa tempat.

 

Akhirnya kampung TANA Kandumuka di desa Homba Karipit-Kodi Sumba Barat Daya menjadi tempat yang akan dijalankan misi yang dimaksud. Setelah kepulangan adik-adik MkP, Saya bersama teman-teman IHS membangun dialog dengan masyarakat terkait project yang dimaksud.  Kami senang karena masyarakat menyambut baik. Pertemuan terus dijalankan dengan berbagai persiapan dan pengerjaan. Masyarakat ikut terlibat bekerja dan membantu serta menyumbang apa yang menjadi milik mereka.

 

Alhasil pembangaun ruang pertemuan, ruang sanitasi berjalan lancar dan tepat pada waktunya. Ketika adik-adik MKP datang selama satu minggu, ada bersama masyrakat, berbicara dengan masyarakat masalah yang dialami dan juga berbagai tantangan lainnya; membangun jaringan listrik dengan bantuan kaca sinar, mengecat kamar sanitasi menjadi cantik, memberikan edukasi kesehatan, cara belajar kepada anak-anak serta latihan memasak.

 

Semuanya berjalan baik.

 

Saya secara pribadi berkomentar bahwa; Inilah anak-anak Indonesia yang sesungguhnya.  Anak-anak yang peduli dengan keadaan sesama, mau terlibat dalam kehidupan orang lain yang membutuhkan dan berani mencari solusi untuk bisa terbebas dari keadaan yang mengikat.

 

Saya sangat merasa senang dan melihat bagaimana masyarakat sungguh sangat terbantu. Hingga saat ini masyarakat Tana Kandumuka menerima hasil dari karya adik-adik dan sangat berdampak positif.  Mereka sudah bisa belajar di malam hari, bisa menenun di malam hari, mulai mempraktekkan pola hidup sehat, mulai menabung dan menggunakan rumah pertemuan untuk dialog dan sosialisasi kesehatan.

 

Terima kasih adik-adik MKP. Kalian adalah cahaya bagi Indonesia. Kalian adalah masa depan Indonesia yang sesungguhnya. Titip salam dari kami di Sumba.